Rabu, 30 Maret 2011

unsur dalam peta geomorfologi

Peta geomorfologi disusun berdasarkan hasil interpretasi inderaan jauh dan pengamatan / penelitian lapangan yang di sajikan dalam bentuk gambar, melalui proses kartografi. Keterangan peta ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

1 Penyiapan peta
Pada tahap penyusunan peta geomorfologi, semua unsur yang menjadi persyaratan dalam pembuatan peta harus dimasukkan dan disesuaikan dengan keter sediaan ruang pada lembar peta.
1.1 Sumber data
Sumber data yang diperlukan dalam pelaksanaan pembuatan peta geomorfologi, di antaranya: peta rupabumi, foto udara, citra satelit dan lain -lain. Peta rupabumi yang digunakan mengacu pada sistem penomoran lembar peta Bakosurtanal.
1.2 Sistem referensi koordinat
Sistem referensi koordinat peta geomorfologi mengacu kepada sistem referensi geodetik nasional yang ditetapkan oleh Bakosurtenal, berdasarkan peraturan yang berlaku.
1.3 Ukuran lembar peta
Batas ukuran dan luas lembar peta ditentukan berdasarkan koordinat, untuk skala 1:250.000 adalah 1,5 x 1 derajat, 1:100.000 adalah 30 x 30 menit, 1:50.000 adalah 15 x 15 menit, sedangkan untuk skala 1:25.000 adalah 7,5 x 7,5 menit.
1.4 Pemerian geomorfologi
Unsur geomorfologi yang tercantum dalam peta geomorfologi meliputi satuan geomorfologi (bentukan asal dan bentukan lahan), morfologi, jenis batuan, proses geomorfologi, tanah/soil dan tutupan lahan.
2 Penyajian peta
Penyajian peta disusun menurut bagan tata letak sesuai Gb. 1. Perubahan tata letak dapat dilakukan selama proses pengkartografian, dengan ketentuan peta geomorfologi
memuat:

Gambar. 1. Perubahan tata letak peta geomorfologi

1) judul peta
2) nama dan nomor lembar peta
3) instansi penerbit/pimpinan instansi
4) peta geomorfologi
5) garis penampang geomorfologi (A-B-C)
6) peta lokasi daerah pemetaan
7) lokasi indek lembar peta
8) skala peta
9) cakupan foto udara/citra satelit
10) nama penyusun & tahun terbitan
11) daftar istilah toponimi
12) penampang geomorfologi
13) perian satuan geomorfologi
14) symbol
15) sumber data
16) nama penelaah/penyunting dll

3 Simbol
Simbol merupakan tanda yang dipergunakan untuk mengutarakan informasi geomorfologi pada peta, berupa huruf dan angka, warna, garis dan corak.
3.1 Huruf dan angka
Huruf dan angka digunakan untuk menunjukkan satuan geomorfologi. Huruf digunakan untuk menunjukkan bentukan asal dari satuan bentuk lahan. Angka digunakan untuk menunjukkan jenis bentuk lahan pada masing-masing bentukan asal (Tabel 1).
3.2 Warna
Warna digunakan untuk membedakan satuan bentukan asal (Tabel 1). Untuk masing - masing bentuk lahan diberi simbol warna gradasi dari tua ke muda sesuai dengan warna dasar bentukan asal.
3.3 Garis
Garis digunakan untuk mengekspresikan elemen-elemen geomorfologi dan batas satuan peta geomorfologi.

TABEL 1 SIMBOL HURUF DAN WARNA UNIT UTAMA GEOMORFOLOGI
UNIT UTAMA
KODE/HURUF
WARNA
Bentukan asal struktur
S (Structure)
Ungu
Bentukan asal gunungapi
V (Volcanic)
Merah
Bentukan asal denudasi
D (Denudasi)
Coklat
Bentukan asal laut
M (Marine)
Biru
Bentukan asal sungai/fluvial
F (Fluvial)
Hijau
Bentukan asal angin
A (Aeolian)
Kuning
Bentukan asal kars
K (Karst)
orange
Bentukan asal glasial
G (Glacial)
biru terang


4. UNSUR TAMBAHAN
4.1 Penelaahan peta (Scientific Editors)
              Penelaahan naskah peta geomorfologi dilakukan oleh para ahli geomorfologi dan ahli kebumian lainnya

4.2 Pengemasan
Peta geomorfologi dilipat menurut kaidah yang berlaku untuk memudahkan pemakai melihat judul peta geomorfologi tersebut dan dimaasukkan ke dalam kantong yang disediakan. Peta geomorfologi dapat juga dikemas dalam bentuk format digital (CD room)




Selasa, 22 Maret 2011

klasifikasi van zuidam

Klasifikasi Relief
% Relief
Beda Tinggi
Datar / hampir datar
0 – 2
< 50
Bergelombang landai
3 – 7
5–50
Bergelombang curam
8 – 13
25 – 75
Berbukit bergelombang
14 – 20
50 – 200
Berbukit terjal
21 – 55
200 – 500
Pegunungan terjal
56 – 140
500 – 1000
Pegunungan sangat terjal
> 140
>1000

Sabtu, 19 Maret 2011

bentang alam glasial

Bentang alam glasial adalah bentang alam yang proses pembentukannya di control oleh proses gletser. Gletser merupakan massa es yang mampu bertahan lama dan mampu bergerak karena pengaruh gaya gravitasi. Gletser terbentuk karena salju yang mengalami kompaksi dan rekristalisasi.Gletser dapat berkembang di suatu tempat setelah melewati beberapa periode tahun dimana es terakumulasi dan tidak melebur atau hilang.

Tipe bentang alam glasial di bagi menjadi dua macam yaitu alpine glaciation dan continental glaciation.Alpine glaciation terbentuk pada daerah pegunungan sedangkan continental glaciation terdapat pada suatu wilayah yang luas tertutup gletser.

Gletser terbentuk di daerah kutub yang tingkat peleburannya pada musim panas sangat kecil. Gletser terbentuk oleh akumulasi es dengan factor-faktor pendukung yaitu :

- Tingginya tingkat presipitasion

- Suhu lingkungan yang sangat rendah

- Pada musim dingin es terakumulasi dalam jumlah besar

- Pada musim panas tingkat peleburannya rendah

Tipe-tipe gletser :

1. Valley Glacier

Merupakan gletser pada suatu lembah dan dapat mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.Pada valley glacier juga terdapat anak-anak sungai.Valley Glacier terdapat pada alpine glaciation.

2. Ice Sheet

Merupakan massa es yang tidak mengalir pada valley glacier tetapi menutup dataran yang luas biasanya > 50.000 kilometer persegi. Ice sheet terdapat pada continental glaciation yaitu pada Greenland dan Antartika


3. Ice cap

Merupakan ice sheet yang lebih kecil, terdapat pada daerah pegunungan seperti valley glacier contohnya di Laut Arktik, Canada, Rusia dan Siberia.Ice sheet dan ice cap mengalir ke bawah dan keluar dari pusat (titik tertinggi).

4. Ice berg

Ice shet yang bergerak kebawah karena pengaruh gravitasi dan akhirnya hilang / terbuang dalam jumlah besar, bila mengenai tubuh air maka balok-balok es tersebut akan pecah dan mengapung bebas di permukaan air, hal ini disebut ice berg.

Proses Pembentukan Gletser

Snowfall terbentuk darri bubuk salju yang warnanya terang, dengan udara yang terjebak diantara keenam sisinya (snowflakes ). Snowflakes akan mengendap pada suatu tempat dan mengalami kompaki karena berat jenisnya dan udara keluar. Sisi-sisi snowflakes yang jumlahnya enam akan hancur dan berkonsolidasi menjadi salju yang berbentuk granular (granular snow) lalu mengalami sementasi membentuk es gletser (glacier ice). Transisi dari bentuk salju menjadi gletser dinamakan firn.

Glacial budget :

- Positif budget → bila dalam periode waktu tertentu, jumlah gletser > es yang meleleh/hilang

- Negative budget → bila terjadi penurunan volume gletser (menyusut).

Gletser dengan positive budget yang tertekan keluar dan ke bawah pada tepinya disebut advancing budget, sedangkan gletser dengan negative budget yang makin kecil volumenya dan tepinya meleleh disebut receding budget. Bila jumlah es yang yang bertambah sama dengan volume penyusutan es maka nilai advancing budget seimbang dengan receding budget, hal ini disebut balance budget.

Bagian atas glacier disebut zone of accumulation → tertutup oleh es abadi.Bagian bawah glacier disebut zone of wastage → es hilang (mencair atau terevaporasi).

Batas antara kedua zona disebut firn limit yang pergerakannya tergantung apakah es terakumulasi atau terbuang. Bila firn limit bergerak ke bawah dari tahun ke tahun, maka disebut positive budget, bila firn limit bergerak ke atas, disebut negative budget. Bila firn limit berada di tempat yang tetap, dinamakan balanced budget.

Terminus merupakan tepi bawah gletser yang bergerak makin jauh ke bawah lembah ketika valley glacier mengalami positive budget.Bila mengalami negative budget (gletser menyusut) maka terminus bergerak ke bagian atas lembah.

Bila Ice sheet mangalami positive budget, maka terjadipenambahan volume dan terminus mengalami kemajuan dan bila meluas sampai ke laut maka volume atau jumlah ice berg di laut bebas meningkat.Penambahan dan pengurangan ice berg merupakan indikator perubahan musim.Meningkatnya jumlah dan volume ice berg menandakan suhu makin dingin dan presipitasi makin tinggi.

Bentang alam akibat erosi

Berikut ini adalah macam-macam bentang alam akibat terjadinya erosiyang terbentuk pada alpine glaciation antara lain :

1. Truncated Spurs

Merupakan bagian bawah tepi lembah yang terpotong triangular faced karena erosi glasial. Makin tebal gletser makin besar erosi pada bagian bawah lantai lembah.Makin besar erosi maka mengakibatkan pendalaman lembah dan anak sungainya sedikit.

2. Hanging valley

Ketika gletser tidak terlihat lagi, anak sungai yang tersisa menyisakan hanging valley yang tinggi diatas lembah utama. Meskipun proses glasial membentuk lembah menjadi lurus dan memperhalus dinding lembah, es meyebabkan permukaan batuan dibawahnya terpotong menjadi beberapa bagian, tergantung resistensinya terhadap erosi glasial.

3. Rock basin lake

Air meresap pada celah batuan, membeku dan memecah batuan sehingga lapisan batuan kehilangan bagiannya, digantikan es dan ketika melelh kembali terbentuk rock basinlake.

4. Cirques

Merupakan sisi bagian dalam yang dilingkari glacier valley, berisi gletser dari glacier valley yang tumpah ke bawah. Terbenruk karena proses glasial, pelapukan dan erosi dinding lembah.


5. Bergschrund

Merupakan batuan yang telah pecah, berguling-guling dan jatuh ke valley glacier lalu jatuh ke crevasse.

6. Horn

Merupakan puncak yang tajam karena cirques yang terpotong / ada bagian yang hilang karena erosi ke arah hulu pada beberapa sisinya.

7. Aretes

Merupakan sisi dinding lembah yang mengalami pemotongan dan pendalaman sehingga bagian tepinya menjadi tajam, karena proses frost wedging.

8. Crevasses

Merupakan celah yang lebar (terbuka). Bila celah tertutup (sempit) disebut closed crevasses.

Bentang Alam Karena Proses Pengendapan Gletser

Berikut ini adalah macam-macam bentang alam glasial karena proses pengendapan gletser antara lain :

1. Till

Merupakan batuan yang hancur dari dinding lembah yang terendapkan mengisi valley glacier, berasal dari ice sheet membawa fragmen batuan yang terkikis (fragmennya lancip) karena bertabrakan dan saling bergesek dengan batuan lain. Berukuran clay-boulder, unsorted.

2. Erratic

Merupakan es berukuran boulder yang tertransport oleh es yang berasal dari lapisan batuan yang jauh letaknya.

3. Moraines

Merupakan till yang terbawa jauh glacier dan tertinggal / mengendap setelah glacier menyusut.Material-material lepas yang jatuh dari lereng yang terjal sepanjang valley glacierterakumulasi pada sepanjang sisi es.

Lateral Moraines → Moraines yang tertimbun sepanjang sisi gletser

Medial Moraines → Gabungan anak-anak sungai yang dekat Lateral Moraines membawa gletser turun sepanjang sisi till, dari atas tampak seperti multilane highway (lintasan-lintasan pada daerah tinggi).

End Moraines → Tepi till yang tertimbun sepanjang sisi es, merupakan terminus yang tersisa yang tetap selama beberapa tahun, mudah dilihat. Valley glacier membentuk end moraines yang berbentuk seperti bulan sabit.

Bentuk-bentuk End Moraines :

• Terminal Moraines → End Moraines yang terbentuk karena terminus bergerak maju jauh dari es.

• Recessional Moraines → End Moraines yang terbentuk karena terminus tidak mengalami perubahan (tetap).

• Ground Moraines → Till yang tipis, seperti lapisan-lapisan karena batuan yang terseret aleh gletser lalu mengendap.

4. Drumlin

Merupakan ground moraines yang terbentuk kembali seperti alur-alur sungai lembah till, bentuknya seperti sendok terbalik. Porosnya sejajar dengan arah gerakan es.Dihasilkan oleh ice sheet yang tertransport jauh dan terbentuk kembali menjadi endapan till setelah melalui lereng yang dangkal.

Rabu, 16 Maret 2011

bentang alam vulkanik

Bentang alam vulkanik adalah bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh proses keluarnya magma dari dalam bumi (vulkanisme). Vulkanisme ada tiga macam yaitu :

1. Vulkanisme letusan : dikontrol oleh magma yang bersifat asam, banyak gas, sifat magma kental, ledakan kuat, dan biasanya menghasilkan material piroklastik dan membentuk gunung api yang terjal

2. Vulkanisme lelehan : dikontrol oleh lava basa, sedikit kandungan gas, magma encer, ledakan lemah dan vulkanisme ini biasanya menghasilkan gunung api rendah dan berbentuk perisai.

3. Vulkanisme campuran : dikontrol oleh magma menengah dan biasanya menghasilkan gunung api strato.

Berdasarkan sifat erupsinya, gunung api dibedakan menjadi :
1. Tipe Krakatau : tipe erupsinya berupa lelehan tetapi bentuk morfologinya berupa kerucut vulkan, magma bersifat campuran, dan erupsi seringkali diselingi oleh letusan dahsyat.

2. Tipe Pelee : tipe erupsinya berupa letusan, letusan disertai awan panas, magma bersifat asam, dan tipe morfologinya berbentuk kerucut.

3. Tipe Hawai/perisai :tipe erupsinya berupa lelehan, sedikit gas dan material piroklastik, magma bersifat basa , morfologinya berupa kubah dengan sudut puncak landai,dan sering dijumpai kaldera.

Atas dasar klasifikasi kenampakan visual morfologinya, bentang alam vulkanik dibedakan menjadi:
1. DEPRESI VULKANIK
Depresi vulkanik adalah morfologi yang secara umum berupa cekungan. Depresi vulkanik dibagi menjadi:
a. Danau Vulkanik : Depresi vulkanik yang terisi oleh air sehingga membentuk danau.
b. Kawah : Depresi vulkanik yang terbentuk oleh letusan dengan diameter maksimum 1,5 km dan hanya terisi oleh material hasil letusan.
c. Kaldera : Depresi vulkanikyang terbentuk belum tentu oleh letusan, tetapi didahului oleh amblesan pada komplek vulkan. Kaldera ini sering muncul pada gunung api baru.

2. KUBAH VULKANIK
Kubah vulkanik merupakan morfologi gunung api yang mempunyai bentuk cembung ke atas. Kubah ini dibedakan menjadi :
a. Kerucut Semburan : terbentuk oleh erupsi lava yang bersifat encer basaltis.
b. Kerucut Parasit : terbentuk sebagai hasil erupsi gunung api yang berada pada lereng gunung api yang lebih besar.
c. Kerucut Sinder : terbentuk oleh letusan kecil yang terjadi padakaki gunung api berupa kerucut rendah dengan bagian puncak tampak cekung datar.

3. VULKAN SEMU
Vulkan semu adalah morfologi yang mirip dengan kerucut gunung api, dan bahkan pembentukannya berasal dari vulkan yang berdekatan.

4. DATARAN VULKANIK
Dataran Vulkanik dicirikan oleh puncak topografi yang datar dengan variasi beda tinggi tidak mencolok. Macamnya yaitu :
a. dataran rendah basal
b. plato basal
c. dataran kaki vulkan

Rabu, 09 Maret 2011

Bentang Alam Struktural

bentang alam struktural adalah bentang alam yang pembentukkannya dikontrol olehstruktur geologi daerah yang bersangkutan. Struktur geologi yang palingbanyak berpengaruh terhadap pembentukan morfologi adalah struktur geologisekunder, yaitu struktur yang terbentuk setelah batuan itu ada. Biasanyaterbentuk oleh adanya proses endogen yaitu proses tektonik yang mengakibatkanadanya pengangkatan, patahan, dan lipatan, yang tercermin dalam bentuktopografi dan relief yang khas. Bentuk relief ini akan berubah akibatproses eksternal yang berlangsung kemudian. Macam-macam proses eksternalyang terjadi adalah pelapukan (dekomposisi dan disintegrasi), erosi (air, anginatau glasial) serta gerakan massa (longsoran, rayapan atau slump). Kenampakanyang dapat digunakan dalam penafsiran bentang alam structural Pola pengaliran.Variasinya biasanya dikontrol oleh variasi struktur geologi dan litologi padadaerah tersebut. Kelurusan-kelurusan (lineament) dari punggungan (ridge),puncak bukit, lembah, lereng dan lain-lain. Bentuk – bentuk bukit, lembah dll. Perubahanaliran sungai, misalnya secara tiba-tiba, kemungkinan dikontrol oleh strukturkekar, sesar atau lipatan. Macam-macam Bentang Alam Struktural BentangAlam dengan Struktur Mendatar (Lapisan Horizontal) Dataran rendah, adalahdataran yang memiliki elevasi antara 0 – 500 kaki dari muka air laut. Datarantinggi (plateau), adalah dataran yang menempati elevasi lebih dari 500 kaki diatas muka air laut, berlereng sangat landai atau datar berkedudukan lebih tinggidaripada bentanglahan di sekitarnya Bentang Alam dengan Struktur Miring
Cuesta, kemiringan antara kedua sisi lerengnya tidaksimetri dengan sudut lereng yang searah perlapisan batuan kurang dari 30o(Tjia, 1987). Hogback : sudut antara kedua sisinya relatif sama, dengansudut lereng yang searah perlapisan batuan lebih dari 30o (Tjia, 1987). Hogbackmemiliki kelerengan scarp slope dan dip slope yang hampir sama sehinggaterlihat simetri

Bentang Alam Dengan Struktur Lipatan Lipatan terjadi karena adanya lapisankulit bumi yang mengalami gaya kompresi (gaya tekan). Pada suatu lipatan yangsederhana, bagian punggungan disebut dengan antiklin, sedangkan bagian lembahdisebut dengan sinklin. Struktur antiklin dan sinklin menunjam Strukturini merupakan kelanjutan atau perkembangan dari pegunungan lipatan satu arah(cuesta dan hogback) dan dua arah (sinklin dan antiklin). Bila tiga fore slopesaling berhadapan maka disebut sebagai lembah antiklin menunjam. Sedangkan bilatiga back slope saling berhadapan maka disebut sebagai lembah sinklinmenunjam
Kubah
Bentang alam ini mempunyai ciri-ciri kenampakan sebagai berikut :
Kedudukan lapisan miring ke arah luar (fore slope ke arahdalam).
Mempunyai pola kontur tertutup. Pola penyaluran radier danberupa bukit cembung pada stadia muda. Pada stadia dewasa berbentuk lembahkubah dengan pola penyaluran annular.
Cekungan
Bentang alam ini mempunyai kenampakan sebagai berikut :
Kedudukan lapisan miring ke dalam (back slope ke arahdalam). Mempunyai pola kontur tertutup. Pada stadia muda pola penyalurannyaannular. Bentang Alam dengan Struktur Patahan. Patahan (sesar) terjadi akibatadanya gaya tekan yang bekerja pada kulit bumi, sehingga mengakibatkan adanyapergeseran letak kedudukan lapisan batuan. Ada 3 jenis sesar (berdasarkan arahgerak relatifnya ), yaitu sesar geser, sesar naik dan sesar turun.
Secara umum bentang alam yang dikontrol oleh struktur patahan sulit untukmenentukan jenis patahannya secara langsung.
Ciri umum dari kenampakan morfologi bentang alam strukturalpatahan, yaitu :
Beda tinggi yang relatif menyolok pada daerah yang sempit. Mempunyairesisitensi terhadap erosi yang sangat berbeda pada posisi/elevasi yang hampirsama.
Adanya kenampakan dataran / depresi yang sempit memanjang. Dijumpai sistem gawiryang lurus (pola kontur yang panjang lurus dan rapat). Adanya batas yang curamantara perbukitan / pegunungan dengan dataran yang rendah. Adanya kelurusansungai melalui zona patahan, dan membelok dengan tiba-tiba dan menyimpang dariarah umum. Sering dijumpai (kelurusan) mata air pada bagian yang naik /terangkat. Pola penyaluran yang umum dijumpai berupa rectangular, trellis, dancontorted, serta modifikasi dari ketiganya.

Selasa, 22 Februari 2011

batuan beku atau igneous rock

Batuan beku atau igneous rock adalah batuan yang terbentukdari proses pembekuan magma di bawah permukaan bumi atau hasil pembekuan lavadi permukaan bumi. Menurut para ahli seperti Turner dan Verhoogen (1960), F. FGroun (1947), Takeda (1970), magma didefinisikan sebagai cairan silikat kentalyang pijar terbentuk secara alamiah, bertemperatur tinggi antara 1.500–2.5000Cdan bersifat mobile (dapat bergerak) serta terdapat pada kerak bumi bagianbawah. Dalam magma tersebut terdapat beberapa bahan yang larut, bersifatvolatile (air, CO2, chlorine, fluorine, iron, sulphur, dan lain-lain) yangmerupakan penyebab mobilitas magma, dan non-volatile (non-gas) yang merupakanpembentuk mineral yang lazim dijumpai dalam batuan beku. Pada saat magmamengalami penurunan suhu akibat perjalanan ke permukaan bumi, makamineral-mineral akan terbentuk. Peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwapenghabluran. Berdasarkan penghabluran mineral-mineral silikat (magma), olehNL. Bowen disusun suatu seri yang dikenal dengan Bowen’s Reaction Series. Dalammengidentifikasi batuan beku, sangat perlu sekali mengetahui karakteristikbatuan beku yang meliputi sifat fisik dan komposisi mineral batuan beku. Dalammembicarakan masalah sifat fisik batuan beku tidak akan lepas dari:
1. Tekstur
Teksturdidefinisikan sebagai keadaan atau hubungan yang erat antar mineral-mineralsebagai bagian dari batuan dan antara mineral-mineral dengan massa gelas yangmembentuk massa dasar dari batuan. Tekstur pada batuan beku umumnya ditentukanoleh tiga hal yang penting, yaitu:

o Kristalinitas
Kristalinitas adalah derajat kristalisasi dari suatu batuanbeku pada waktu terbentuknya batuan tersebut. Kristalinitas dalam fungsinyadigunakan untuk menunjukkan berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidakberbentuk kristal, selain itu juga dapat mencerminkan kecepatan pembekuanmagma. Apabila magma dalam pembekuannya berlangsung lambat maka kristalnyakasar. Sedangkan jika pembekuannya berlangsung cepat maka kristalnya akanhalus, akan tetapi jika pendinginannya berlangsung dengan cepat sekali makakristalnya berbentuk amorf.
Dalam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi, yaitu:
§ Holokristalin, yaitu batuan beku dimana semuanya tersusunoleh kristal.
§ Tekstur holokristalin adalah karakteristik batuan plutonik,yaitu mikrokristalin yang telah membeku di dekat permukaan.
§ Hipokristalin, yaitu apabila sebagian batuan terdiri darimassa gelas dan sebagian lagi terdiri dari massa kristal.
§ Holohialin, yaitu batuan beku yang semuanya tersusun darimassa gelas. Tekstur holohialin banyak terbentuk sebagai lava (obsidian), dikedan sill, atau sebagai fasies yang lebih kecil dari tubuh batuan.

o Granularitas
Granularitas didefinisikan sebagai besar butir (ukuran) padabatuan beku. Pada umumnya dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:
§ Fanerik/fanerokristalin
§ Besar kristal-kristal dari golonganini dapat dibedakan satu sama lain secara megaskopis dengan mata biasa.Kristal-kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi:
§ Halus (fine), apabila ukurandiameter butir kurang dari 1 mm.
§ Sedang (medium), apabila ukurandiameter butir antara 1 – 5 mm.
§ Kasar (coarse), apabila ukurandiameter butir antara 5 – 30 mm.
§ Sangat kasar (very coarse), apabilaukuran diameter butir lebih dari 30 mm.

o Afanitik
Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak dapatdibedakan dengan mata biasa sehingga diperlukan bantuan mikroskop. Batuandengan tekstur afanitik dapat tersusun oleh kristal, gelas atau keduanya. Dalamanalisa mikroskopis dapat dibedakan:
§ Mikrokristalin, apabilamineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan mikroskop denganukuran butiran sekitar 0,1 – 0,01 mm.
§ Kriptokristalin, apabilamineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamati meskipun denganbantuan mikroskop. Ukuran butiran berkisar antara 0,01 – 0,002 mm.
Amorf/glassy/hyaline, apabila batuan beku tersusun oleh gelas.

o Bentuk Kristal
Bentukkristal adalah sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan sifat batuansecara keseluruhan. Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentukkristal, yaitu:
Euhedral, apabila batas dari mineraladalah bentuk asli dari bidang kristal.
Subhedral, apabila sebagian dari bataskristalnya sudah tidak terlihat lagi.
Anhedral, apabila mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.
Ditinjaudari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kristal, yaitu:
- Equidimensional, apabila bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang.
- Tabular, apabila bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yanglain.
- Prismitik, apabila bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensiyang lain.
- Irregular, apabila bentuk kristal tidak teratur.
o Hubungan Antar Kristal
Hubungan antar kristal atau disebut juga relasididefinisikan sebagai hubungan antara kristal/mineral yang satu dengan yanglain dalam suatu batuan. Secara garis besar, relasi dapat dibagi menjadi dua,yaitu:
§ Equigranular, yaitu apabila secararelatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuran sama besar.Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya, maka equigranular dibagi menjaditiga, yaitu:
§ Panidiomorfik granular, yaitu apabila sebagian besarmineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang euhedral.
§ Hipidiomorfik granular, yaituapabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yangsubhedral.
§ Allotriomorfik granular, yaituapabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yanganhedral.
§ Inequigranular, yaitu apabilaukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar. Mineral yangbesar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yang bisaberupa mineral atau gelas.

2.Struktur
Struktur adalah kenampakan batuan secara makro yang meliputikedudukan lapisan yang jelas/umum dari lapisan batuan. Struktur batuan bekusebagian besar hanya dapat dilihat dilapangan saja, misalnya:
o Pillowlava atau lava bantal, yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik bawahlaut, membentuk struktur seperti bantal.
o Jointstruktur, merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusunsecara teratur tegak lurus arah aliran.

Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh-contohbatuan (hand speciment sample), yaitu:
o Masif, yaitu apabila tidak menunjukkan adanya sifataliran, jejak gas (tidak menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidakmenunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh batuan beku.
o Vesikuler, yaitu struktur yang berlubang-lubang yangdisebabkan oleh keluarnya gas pada waktu pembekuan magma. Lubang-lubangtersebut menunjukkan arah yang teratur.
o Skoria, yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikulertetapi lubang-lubangnya besar dan menunjukkan arah yang tidak teratur.
o Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang gastelah terisi oleh mineral-mineral sekunder, biasanya mineral silikat ataukarbonat.
o Xenolitis, yaitu struktur yang memperlihatkan adanyafragmen/pecahan batuan lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi.
Pada umumnya batuan beku tanpa struktur (masif), sedangkanstruktur-struktur yang ada pada batuan beku dibentuk oleh kekar (joint) ataurekahan (fracture) dan pembekuan magma, misalnya: columnar joint (kekar tiang),dan sheeting joint (kekar berlembar).

3.Komposisi Mineral
Untuk menentukan komposisi mineral pada batuan beku, cukupdengan mempergunakan indeks warna dari batuan kristal. Atas dasar warna mineralsebagai penyusun batuan beku dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
o Mineralfelsik, yaitu mineral yang berwarna terang, terutama terdiri dari mineralkwarsa, feldspar, feldspatoid dan muskovit.
o Mineralmafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphiboldan olivin.
Batuan beku dapat diklasifikasikan berdasarkan caraterjadinya, kandungan SiO2, dan indeks warna. Dengan demikian dapat ditentukannama batuan yang berbeda-beda meskipun dalam jenis batuan yang sama, menurutdasar klasifikasinya.

Klasifikasi berdasarkan cara terjadinya, menurut Rosenbusch(1877-1976) batuan beku dibagi menjadi:
• Effusiverock, untuk batuan beku yang terbentuk di permukaan.
• Dikerock, untuk batuan beku yang terbentuk dekat permukaan.
• Deepseated rock, untuk batuan beku yang jauh di dalam bumi. Oleh W.T. Huang (1962),jenis batuan ini disebut plutonik, sedang batuan effusive disebut batuanvulkanik.

Klasifikasiberdasarkan kandungan SiO2 (C.L. Hugnes, 1962), yaitu:
•Batuan beku asam, apabila kandungan SiO2 lebih dari 66%. Contohnya adalahriolit.
•Batuan beku intermediate, apabila kandungan SiO2 antara 52% - 66%. Contohnyaadalah dasit.
•Batuan beku basa, apabila kandungan SiO2 antara 45% - 52%. Contohnya adalahandesit.
•Batuan beku ultra basa, apabila kandungan SiO2 kurang dari 45%. Contohnyaadalah basalt.
Klasifikasiberdasarkan indeks warna ( S.J. Shand, 1943), yaitu:
•Leucoctaris rock, apabila mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
•Mesococtik rock, apabila mengandung 30% - 60% mineral mafik.
•Melanocractik rock, apabila mengandung lebih dari 60% mineral mafik.

Sedangkanmenurut S.J. Ellis (1948) juga membagi batuan beku berdasarkan indeks warnanyasebagai berikut:
•Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
•Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
•Mafelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
•Mafik, untuk batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.