Rabu, 16 Maret 2011

bentang alam vulkanik

Bentang alam vulkanik adalah bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh proses keluarnya magma dari dalam bumi (vulkanisme). Vulkanisme ada tiga macam yaitu :

1. Vulkanisme letusan : dikontrol oleh magma yang bersifat asam, banyak gas, sifat magma kental, ledakan kuat, dan biasanya menghasilkan material piroklastik dan membentuk gunung api yang terjal

2. Vulkanisme lelehan : dikontrol oleh lava basa, sedikit kandungan gas, magma encer, ledakan lemah dan vulkanisme ini biasanya menghasilkan gunung api rendah dan berbentuk perisai.

3. Vulkanisme campuran : dikontrol oleh magma menengah dan biasanya menghasilkan gunung api strato.

Berdasarkan sifat erupsinya, gunung api dibedakan menjadi :
1. Tipe Krakatau : tipe erupsinya berupa lelehan tetapi bentuk morfologinya berupa kerucut vulkan, magma bersifat campuran, dan erupsi seringkali diselingi oleh letusan dahsyat.

2. Tipe Pelee : tipe erupsinya berupa letusan, letusan disertai awan panas, magma bersifat asam, dan tipe morfologinya berbentuk kerucut.

3. Tipe Hawai/perisai :tipe erupsinya berupa lelehan, sedikit gas dan material piroklastik, magma bersifat basa , morfologinya berupa kubah dengan sudut puncak landai,dan sering dijumpai kaldera.

Atas dasar klasifikasi kenampakan visual morfologinya, bentang alam vulkanik dibedakan menjadi:
1. DEPRESI VULKANIK
Depresi vulkanik adalah morfologi yang secara umum berupa cekungan. Depresi vulkanik dibagi menjadi:
a. Danau Vulkanik : Depresi vulkanik yang terisi oleh air sehingga membentuk danau.
b. Kawah : Depresi vulkanik yang terbentuk oleh letusan dengan diameter maksimum 1,5 km dan hanya terisi oleh material hasil letusan.
c. Kaldera : Depresi vulkanikyang terbentuk belum tentu oleh letusan, tetapi didahului oleh amblesan pada komplek vulkan. Kaldera ini sering muncul pada gunung api baru.

2. KUBAH VULKANIK
Kubah vulkanik merupakan morfologi gunung api yang mempunyai bentuk cembung ke atas. Kubah ini dibedakan menjadi :
a. Kerucut Semburan : terbentuk oleh erupsi lava yang bersifat encer basaltis.
b. Kerucut Parasit : terbentuk sebagai hasil erupsi gunung api yang berada pada lereng gunung api yang lebih besar.
c. Kerucut Sinder : terbentuk oleh letusan kecil yang terjadi padakaki gunung api berupa kerucut rendah dengan bagian puncak tampak cekung datar.

3. VULKAN SEMU
Vulkan semu adalah morfologi yang mirip dengan kerucut gunung api, dan bahkan pembentukannya berasal dari vulkan yang berdekatan.

4. DATARAN VULKANIK
Dataran Vulkanik dicirikan oleh puncak topografi yang datar dengan variasi beda tinggi tidak mencolok. Macamnya yaitu :
a. dataran rendah basal
b. plato basal
c. dataran kaki vulkan

Rabu, 09 Maret 2011

Bentang Alam Struktural

bentang alam struktural adalah bentang alam yang pembentukkannya dikontrol olehstruktur geologi daerah yang bersangkutan. Struktur geologi yang palingbanyak berpengaruh terhadap pembentukan morfologi adalah struktur geologisekunder, yaitu struktur yang terbentuk setelah batuan itu ada. Biasanyaterbentuk oleh adanya proses endogen yaitu proses tektonik yang mengakibatkanadanya pengangkatan, patahan, dan lipatan, yang tercermin dalam bentuktopografi dan relief yang khas. Bentuk relief ini akan berubah akibatproses eksternal yang berlangsung kemudian. Macam-macam proses eksternalyang terjadi adalah pelapukan (dekomposisi dan disintegrasi), erosi (air, anginatau glasial) serta gerakan massa (longsoran, rayapan atau slump). Kenampakanyang dapat digunakan dalam penafsiran bentang alam structural Pola pengaliran.Variasinya biasanya dikontrol oleh variasi struktur geologi dan litologi padadaerah tersebut. Kelurusan-kelurusan (lineament) dari punggungan (ridge),puncak bukit, lembah, lereng dan lain-lain. Bentuk – bentuk bukit, lembah dll. Perubahanaliran sungai, misalnya secara tiba-tiba, kemungkinan dikontrol oleh strukturkekar, sesar atau lipatan. Macam-macam Bentang Alam Struktural BentangAlam dengan Struktur Mendatar (Lapisan Horizontal) Dataran rendah, adalahdataran yang memiliki elevasi antara 0 – 500 kaki dari muka air laut. Datarantinggi (plateau), adalah dataran yang menempati elevasi lebih dari 500 kaki diatas muka air laut, berlereng sangat landai atau datar berkedudukan lebih tinggidaripada bentanglahan di sekitarnya Bentang Alam dengan Struktur Miring
Cuesta, kemiringan antara kedua sisi lerengnya tidaksimetri dengan sudut lereng yang searah perlapisan batuan kurang dari 30o(Tjia, 1987). Hogback : sudut antara kedua sisinya relatif sama, dengansudut lereng yang searah perlapisan batuan lebih dari 30o (Tjia, 1987). Hogbackmemiliki kelerengan scarp slope dan dip slope yang hampir sama sehinggaterlihat simetri

Bentang Alam Dengan Struktur Lipatan Lipatan terjadi karena adanya lapisankulit bumi yang mengalami gaya kompresi (gaya tekan). Pada suatu lipatan yangsederhana, bagian punggungan disebut dengan antiklin, sedangkan bagian lembahdisebut dengan sinklin. Struktur antiklin dan sinklin menunjam Strukturini merupakan kelanjutan atau perkembangan dari pegunungan lipatan satu arah(cuesta dan hogback) dan dua arah (sinklin dan antiklin). Bila tiga fore slopesaling berhadapan maka disebut sebagai lembah antiklin menunjam. Sedangkan bilatiga back slope saling berhadapan maka disebut sebagai lembah sinklinmenunjam
Kubah
Bentang alam ini mempunyai ciri-ciri kenampakan sebagai berikut :
Kedudukan lapisan miring ke arah luar (fore slope ke arahdalam).
Mempunyai pola kontur tertutup. Pola penyaluran radier danberupa bukit cembung pada stadia muda. Pada stadia dewasa berbentuk lembahkubah dengan pola penyaluran annular.
Cekungan
Bentang alam ini mempunyai kenampakan sebagai berikut :
Kedudukan lapisan miring ke dalam (back slope ke arahdalam). Mempunyai pola kontur tertutup. Pada stadia muda pola penyalurannyaannular. Bentang Alam dengan Struktur Patahan. Patahan (sesar) terjadi akibatadanya gaya tekan yang bekerja pada kulit bumi, sehingga mengakibatkan adanyapergeseran letak kedudukan lapisan batuan. Ada 3 jenis sesar (berdasarkan arahgerak relatifnya ), yaitu sesar geser, sesar naik dan sesar turun.
Secara umum bentang alam yang dikontrol oleh struktur patahan sulit untukmenentukan jenis patahannya secara langsung.
Ciri umum dari kenampakan morfologi bentang alam strukturalpatahan, yaitu :
Beda tinggi yang relatif menyolok pada daerah yang sempit. Mempunyairesisitensi terhadap erosi yang sangat berbeda pada posisi/elevasi yang hampirsama.
Adanya kenampakan dataran / depresi yang sempit memanjang. Dijumpai sistem gawiryang lurus (pola kontur yang panjang lurus dan rapat). Adanya batas yang curamantara perbukitan / pegunungan dengan dataran yang rendah. Adanya kelurusansungai melalui zona patahan, dan membelok dengan tiba-tiba dan menyimpang dariarah umum. Sering dijumpai (kelurusan) mata air pada bagian yang naik /terangkat. Pola penyaluran yang umum dijumpai berupa rectangular, trellis, dancontorted, serta modifikasi dari ketiganya.

Selasa, 22 Februari 2011

batuan beku atau igneous rock

Batuan beku atau igneous rock adalah batuan yang terbentukdari proses pembekuan magma di bawah permukaan bumi atau hasil pembekuan lavadi permukaan bumi. Menurut para ahli seperti Turner dan Verhoogen (1960), F. FGroun (1947), Takeda (1970), magma didefinisikan sebagai cairan silikat kentalyang pijar terbentuk secara alamiah, bertemperatur tinggi antara 1.500–2.5000Cdan bersifat mobile (dapat bergerak) serta terdapat pada kerak bumi bagianbawah. Dalam magma tersebut terdapat beberapa bahan yang larut, bersifatvolatile (air, CO2, chlorine, fluorine, iron, sulphur, dan lain-lain) yangmerupakan penyebab mobilitas magma, dan non-volatile (non-gas) yang merupakanpembentuk mineral yang lazim dijumpai dalam batuan beku. Pada saat magmamengalami penurunan suhu akibat perjalanan ke permukaan bumi, makamineral-mineral akan terbentuk. Peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwapenghabluran. Berdasarkan penghabluran mineral-mineral silikat (magma), olehNL. Bowen disusun suatu seri yang dikenal dengan Bowen’s Reaction Series. Dalammengidentifikasi batuan beku, sangat perlu sekali mengetahui karakteristikbatuan beku yang meliputi sifat fisik dan komposisi mineral batuan beku. Dalammembicarakan masalah sifat fisik batuan beku tidak akan lepas dari:
1. Tekstur
Teksturdidefinisikan sebagai keadaan atau hubungan yang erat antar mineral-mineralsebagai bagian dari batuan dan antara mineral-mineral dengan massa gelas yangmembentuk massa dasar dari batuan. Tekstur pada batuan beku umumnya ditentukanoleh tiga hal yang penting, yaitu:

o Kristalinitas
Kristalinitas adalah derajat kristalisasi dari suatu batuanbeku pada waktu terbentuknya batuan tersebut. Kristalinitas dalam fungsinyadigunakan untuk menunjukkan berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidakberbentuk kristal, selain itu juga dapat mencerminkan kecepatan pembekuanmagma. Apabila magma dalam pembekuannya berlangsung lambat maka kristalnyakasar. Sedangkan jika pembekuannya berlangsung cepat maka kristalnya akanhalus, akan tetapi jika pendinginannya berlangsung dengan cepat sekali makakristalnya berbentuk amorf.
Dalam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi, yaitu:
§ Holokristalin, yaitu batuan beku dimana semuanya tersusunoleh kristal.
§ Tekstur holokristalin adalah karakteristik batuan plutonik,yaitu mikrokristalin yang telah membeku di dekat permukaan.
§ Hipokristalin, yaitu apabila sebagian batuan terdiri darimassa gelas dan sebagian lagi terdiri dari massa kristal.
§ Holohialin, yaitu batuan beku yang semuanya tersusun darimassa gelas. Tekstur holohialin banyak terbentuk sebagai lava (obsidian), dikedan sill, atau sebagai fasies yang lebih kecil dari tubuh batuan.

o Granularitas
Granularitas didefinisikan sebagai besar butir (ukuran) padabatuan beku. Pada umumnya dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:
§ Fanerik/fanerokristalin
§ Besar kristal-kristal dari golonganini dapat dibedakan satu sama lain secara megaskopis dengan mata biasa.Kristal-kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi:
§ Halus (fine), apabila ukurandiameter butir kurang dari 1 mm.
§ Sedang (medium), apabila ukurandiameter butir antara 1 – 5 mm.
§ Kasar (coarse), apabila ukurandiameter butir antara 5 – 30 mm.
§ Sangat kasar (very coarse), apabilaukuran diameter butir lebih dari 30 mm.

o Afanitik
Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak dapatdibedakan dengan mata biasa sehingga diperlukan bantuan mikroskop. Batuandengan tekstur afanitik dapat tersusun oleh kristal, gelas atau keduanya. Dalamanalisa mikroskopis dapat dibedakan:
§ Mikrokristalin, apabilamineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan mikroskop denganukuran butiran sekitar 0,1 – 0,01 mm.
§ Kriptokristalin, apabilamineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamati meskipun denganbantuan mikroskop. Ukuran butiran berkisar antara 0,01 – 0,002 mm.
Amorf/glassy/hyaline, apabila batuan beku tersusun oleh gelas.

o Bentuk Kristal
Bentukkristal adalah sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan sifat batuansecara keseluruhan. Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentukkristal, yaitu:
Euhedral, apabila batas dari mineraladalah bentuk asli dari bidang kristal.
Subhedral, apabila sebagian dari bataskristalnya sudah tidak terlihat lagi.
Anhedral, apabila mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.
Ditinjaudari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kristal, yaitu:
- Equidimensional, apabila bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang.
- Tabular, apabila bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yanglain.
- Prismitik, apabila bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensiyang lain.
- Irregular, apabila bentuk kristal tidak teratur.
o Hubungan Antar Kristal
Hubungan antar kristal atau disebut juga relasididefinisikan sebagai hubungan antara kristal/mineral yang satu dengan yanglain dalam suatu batuan. Secara garis besar, relasi dapat dibagi menjadi dua,yaitu:
§ Equigranular, yaitu apabila secararelatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuran sama besar.Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya, maka equigranular dibagi menjaditiga, yaitu:
§ Panidiomorfik granular, yaitu apabila sebagian besarmineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang euhedral.
§ Hipidiomorfik granular, yaituapabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yangsubhedral.
§ Allotriomorfik granular, yaituapabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yanganhedral.
§ Inequigranular, yaitu apabilaukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar. Mineral yangbesar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yang bisaberupa mineral atau gelas.

2.Struktur
Struktur adalah kenampakan batuan secara makro yang meliputikedudukan lapisan yang jelas/umum dari lapisan batuan. Struktur batuan bekusebagian besar hanya dapat dilihat dilapangan saja, misalnya:
o Pillowlava atau lava bantal, yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik bawahlaut, membentuk struktur seperti bantal.
o Jointstruktur, merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusunsecara teratur tegak lurus arah aliran.

Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh-contohbatuan (hand speciment sample), yaitu:
o Masif, yaitu apabila tidak menunjukkan adanya sifataliran, jejak gas (tidak menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidakmenunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh batuan beku.
o Vesikuler, yaitu struktur yang berlubang-lubang yangdisebabkan oleh keluarnya gas pada waktu pembekuan magma. Lubang-lubangtersebut menunjukkan arah yang teratur.
o Skoria, yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikulertetapi lubang-lubangnya besar dan menunjukkan arah yang tidak teratur.
o Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang gastelah terisi oleh mineral-mineral sekunder, biasanya mineral silikat ataukarbonat.
o Xenolitis, yaitu struktur yang memperlihatkan adanyafragmen/pecahan batuan lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi.
Pada umumnya batuan beku tanpa struktur (masif), sedangkanstruktur-struktur yang ada pada batuan beku dibentuk oleh kekar (joint) ataurekahan (fracture) dan pembekuan magma, misalnya: columnar joint (kekar tiang),dan sheeting joint (kekar berlembar).

3.Komposisi Mineral
Untuk menentukan komposisi mineral pada batuan beku, cukupdengan mempergunakan indeks warna dari batuan kristal. Atas dasar warna mineralsebagai penyusun batuan beku dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
o Mineralfelsik, yaitu mineral yang berwarna terang, terutama terdiri dari mineralkwarsa, feldspar, feldspatoid dan muskovit.
o Mineralmafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphiboldan olivin.
Batuan beku dapat diklasifikasikan berdasarkan caraterjadinya, kandungan SiO2, dan indeks warna. Dengan demikian dapat ditentukannama batuan yang berbeda-beda meskipun dalam jenis batuan yang sama, menurutdasar klasifikasinya.

Klasifikasi berdasarkan cara terjadinya, menurut Rosenbusch(1877-1976) batuan beku dibagi menjadi:
• Effusiverock, untuk batuan beku yang terbentuk di permukaan.
• Dikerock, untuk batuan beku yang terbentuk dekat permukaan.
• Deepseated rock, untuk batuan beku yang jauh di dalam bumi. Oleh W.T. Huang (1962),jenis batuan ini disebut plutonik, sedang batuan effusive disebut batuanvulkanik.

Klasifikasiberdasarkan kandungan SiO2 (C.L. Hugnes, 1962), yaitu:
•Batuan beku asam, apabila kandungan SiO2 lebih dari 66%. Contohnya adalahriolit.
•Batuan beku intermediate, apabila kandungan SiO2 antara 52% - 66%. Contohnyaadalah dasit.
•Batuan beku basa, apabila kandungan SiO2 antara 45% - 52%. Contohnya adalahandesit.
•Batuan beku ultra basa, apabila kandungan SiO2 kurang dari 45%. Contohnyaadalah basalt.
Klasifikasiberdasarkan indeks warna ( S.J. Shand, 1943), yaitu:
•Leucoctaris rock, apabila mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
•Mesococtik rock, apabila mengandung 30% - 60% mineral mafik.
•Melanocractik rock, apabila mengandung lebih dari 60% mineral mafik.

Sedangkanmenurut S.J. Ellis (1948) juga membagi batuan beku berdasarkan indeks warnanyasebagai berikut:
•Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
•Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
•Mafelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
•Mafik, untuk batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

Minggu, 23 Januari 2011

Struktur Geologi

Struktur geologi adalah segala unsur dari bentuk arsitektur kulit bumi yang di akibatkan oleh gejala-gejala gaya endogen bumi. Struktur geologi di bagi 2 macam yaitu:

- Struktur primer adalah struktur yang terbentuknya bersamaan dengan pada saat batuan itu terbentuk, struktur ini biasanya terdapat pada batuan beku dan batuan sedimen. Struktur primer pada batuan beku antara lain ; struktur aliran pada lava, struktur lava bantal dan struktur sill. Struktur primer pada batuan sedimen antara lain ; perlapisan, silang siur, gelembur gelombang, flute cast dan lubang cacing (Burrowing).

- Struktur sekunder adalah struktur yang terbentuk setelah batuan tersebut terbentuk. atau adanya respon dari batuan terhadap gaya yang bekerja pada batuan, ini bisa terjadi pada segala macam batuan antara lain rekahan, patahan dan perlipatan.

Kekar

Kekar adalah suatu retakan pada batuan yang sisinya tidak mengalami pergerakan atau penggeseran. Kekar dapat terjadi pada semua jenis batuan, dengan ukuran yang hanya beberapa millimeter (kekar mikro) hingga ratusan kilometer ( kekar mayor ) sedangkan yang berukuran beberapa meter disebut dengan kekar minor. Dapat terjadi akibat proses tektonik maupun perlapukan juga perubahan temperature yang signifikan

Jenis –jenis dalam kekar :

Kekar di bedakan menjadi 3 macam yaitu kekar pengerutan, kekar lembar dan kekar akibat tektonik.

- Kekar pengerutan(srinkagejoint) yaitu kekar yang disebabkan Karen gaya pengerutan yang timbul karena pendinginan (pada batuan beku = kekar tiang / kolom) atau pengeringan (pada batuan sedimen) biasanya berbentuk polygonal yang memanjang

Kekar kolom yang terjadi pada batuan beku, pada umumnya terjadi akibat adanya intrusi dangkal (intrusi batuan yang letaknya relative dekat dengan permukaan bumi) bentuknya adalah seperti pilar-pilar berbentuk segi empat atau segi 6

- Kekar lembar (sheet joint ) yaitu sekumpulankekar yang kira-kira sejajar dengan permukaan tanah, terutama pada batuan beku. Terbentuknya kekar ini akibat penghilangan beban batuan yang tererosi.

Penghilangan beban pada kekar ini terjadi akibat:

1) Batuan beku belum benar-benar membeku secara menyeluruh

2) Tiba-tiba diatasnya terjadi erosi yang dipercepat

3) Sering terjadi pada sebuah intrusi konkordan (sill) dangkal

- Kekar akibat tektonik

Berdasarkan genesanya kekar tektonik dibagi menjadi 2 macam yaitu kekar gerus dan kekar tarik

1) Kekar gerus adalah kekar yang terbentuk oleh gaya kompresi. Gaya kompresi adalah gaya-gaya yang bekerja menuju ke satu titik yaitu gaya yang menekan daerah tesebut. Kekar gerus ini memiliki ciri berpasangan dapat memotong fragmen seperti breksi dan arah tidak berubah

2) Kekar tarik yaitu kekar yang terbentuk akibat gaya tarik, yaitu gaya-gaya yang bekerja meninggalkan 1 titik yaitu gaya yang merenggangkan daerah tersebu. Kekar ini memiliki ciri tidak lurus, terbuka, menghindari fragmen seperti breksi

Lipatan

Lipatan adalah penekukan pada batuan, baik dalam batuan sedimen maupun batuan metamorf. Proses ini diakibatkan oleh adanya tekanan-tekanan tangensial. Bila penekukan membentuk puncak disebut dengan antiklinorium. Bila penekukan membentuk lembah yang di sebabkan oleh tenaga endogen yang arahnya mendatar berupa tekanan disebut sinklinorium.

Macam – macam lipatan :

- Lipatan simetri adalah lipatan dengan kedudukan sumbu lipatan yang tegak.

- Lipatan asimetri adalah lipatan dimana kedudukan sumbu lipatannya miring.

- Overtuned fold adalah lipatan yang dimana aial planenya condong dan kedua sayapnya miring kearah yang sama

- Recumbent fold adalah bentuk lipatan – lipatan batuan karena tenaga endogen dan terjadi kemiringan hampir membentuk 0˚

- Chevron fold adalah lipatan bersudut dengan bidang planar

-

Isoclinal fold adalah lipatan dimana kedudukan bidang sumbunya sejajar atau relatif sejajar dan kedua sayapnya sejajar atau hampir sejajar.

Sesar

Sesar atau fault adalah rekahan yang mengalami geser-geseran yang jelas. pergeseran dapat berkisar dari beberapa milimeter sampai ratusan meter dan panjangnya dapat mencapai beberapa desimeter hingga ribuan meter. sesar dapat terjadi pada segala jenis batuan. akibat terjadinya pergeseran itu, sesar akan mengubah perkembangan topografi, mengontrol air permukaan dan bawah permukaan, merusak stratigrafi batuan dan sebagainya.

Klasifikasi sesar

1) berdasarkan gerak relative hanging wall dan foot wall

a. sesar turun (normal fault) : bila hanging wall posisinya turun terhadap foot wall

b. sesar naik (reverse fault) : billa hanging wall posisinya naik terhadap foot wall


2) berdasarkan ada atau tidaknya gerak rotasi

a) sesar translasi: bila tidak ada gerak rotasi dari masing – masing blok, garis – garis sejajar dari blok yang berlawanan tetap sejajar

b) sesar rotasi: bila ada gerak rotasi dari blok yang satu terhadap yang lain, garis – garis sejajar dari blok yang berlawanan menjadi tidak sejajar

3) berdasarkan rake daripada net slip

a) strike slip fault: bila rake = 0˚, arah gerakan sejajar jurus bidang sesar

b) dip slip fault : bila rake = 90˚, arah gerakannya tegak lurus jurus bidang sesar

c) diagonal fault : bila rake ≠ 0˚ atau rake ≠ 90 ˚

4) berdasarkan kumpulan sesar

a. concentric fault : kumpulan sesar yang konsentris terhadap satu pusat.

b. radial fault : kumpulan sesar yang arahnya membentuk pola satu arah.

c. rectilinier fault : kumpulan sesar yang membentuk pola garis hampir tegak lurus.

d. parallel fault : kumpulan sesar yang membentuk pola sejajar satu dengan yang lainnya.